VR 2021: Lebih dari 460 Juta Perangkat dengan Machine Vision

, , , , , , , , , , , ,

Kesuksesan virtual reality terus menjadi perdebatan. Beberapa penelitian pasar pun optimis melalui apa yang mereka temukan. Laporan terbaru mendapati bahwa perangkat berbasis teknologi machine vision akan memiliki masa jaya pada lima tahun mendatang. ABI Research menyebarkan data penjualan perangkat VR, AR dan sejenisnya akan melebihi 460 juta unit tahun 2021.

Penelitian pasar VR ini di rilis dengan judul Machine Vision in Augmented and Virtual Reality Market. Machine vision atau embedded vision merupakan perangkat yang mengunakan sensor dan koprosesor untuk mengartikan gambar dan video. Laporan tersebut tidak termasuk perangkat yang hanya mengandalkan software vision saja. Angka dari ABI Research tersebut terbilang fantastis, mengingat penjualan VR baru sekitar satu juta unit pada tahun 2016. Menurut peneliti pasar teknologi asal New York ini, kedatangan Google Tango menjadi salah satu penyumbang besar dalam angka ini.

Saat ini memang kebanyakan perangkat VR dan AR masih dalam tahap pengembangan. Berbagai upaya penetrasi pasar pun dilakukan agar keduanya dapat di sambut lebih luas, bahkan menyusup ke berbagai industri lain. Sementara perangkat mobile sekarang hanya mendukung machine vision melalui aplikasi. Namun ABI Research yakin, perangkat mobile berupa hardware vision akan mewabah pada tahun 2021. Dengan demikian total perangkat machine vision bisa mencapai 460 juta unit.

“Readily available software-based vision applications greatly expand the potential user base, but the added robustness and accuracy afforded by dedicated hardware will engender new use cases.”  Ungkap Michael Inouye, Principal Analyst ABI Research.

Menurut Inouye, perkembangan perangkat mobile dengan machine vision akan berguna di berbagai industri. Fungsi signifikan akan dirasakan oleh segmen komersial dan bisnis, seperti untuk fotografi, keamanan, dan navigasi. Menurut penelusurannya, perangkat yang bergantung kepada software saat ini juga telah memiliki rencana dan product road-maps ke arah tersebut kedepannya.

Sementara untuk perangkat VR, AR, dan MR akan membawa teknologi ini ke konsumen umum. Sebelumnya ABI Research juga mengungkapkan untuk headset VR sendiri akan mencapai 110 juta unit pada tahun 2021. Tahun 2019 hingga 2020 akan membawa machine vision semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

There is also a confluence between some device categories, such as mobile and mobile-reliant VR, that further support these trends, but ultimately the applications will decide how pervasive embedded vision truly becomes—as of today, we’re optimistic.” Ungkap Sam Rosen, Managing Director dan Vice President ABI Research.

 

– "Berita VR Indonesia dan global tentang update VR hardware, software, game, event dan industri virtual reality terbaru." –

Trending

Title image

Tetap Fit dengan Beat Saber VR

Title image

Perbedaan Xiaomi Mi VR dan Mi VR Play

Title image

Kamera Samsung Gear 360 2017 Dirilis, Ini Kelebihannya

Title image

9 Rekomendasi Aplikasi AR untuk ARKit

Title image

Harga Pre-Order KatVR Telah Rilis